Impotensi atau disfungsi ereksi bukan hanya akan mengganggu keharmonisan rumah tangga dan lambang keperkasaan seorang lelaki sejati atau suami dambaan istri, tetapi dibalik itu ada permasalahan yang sangat serius yaitu adanya gangguan pada Jantung yang berakibat sangat fatal kalau tidak tertangani dengan baik.
Menurut dokter ahli urologi RS Premier Jatinegara, Dr. Nouval, Sp.U, Ph.D, FICS, FACS setiap pria dapat mengalami disfungsi ereksi seiring dengan bertambahnya usia. Pada saat usia pria bertambah, masalah disfungsi ereksipun semakin banyak dijumpai.
"Gangguan tersebut bisa terjadi karena adanya kelainan pada pembuluh darah penis, sehingga mengakibatkan ereksi hanya dapat dipertahankan dalam waktu singkat saja. Tentunya hal ini dapat menjadi masalah bagi keharmonisan setiap pasangan," ungkapnya.
Disfungsi ereksi gejalanya bisa ringan hingga berat. Gangguan ini disebabkan oleh kelainan pembuluh darah, akibat pola hidup yang tidak sehat, merokok, mengkonsumsi alkohol, kurang berolahraga, adanya gangguan saraf, fakto psikis atau akibat pasien menderita penyakit-penyakit degeneratif seperti jantung, hipertensi, prostat, diabetes dan lainnya.
Jika dahulu disfungsi ereksi sering disebut dengan gangguan impotensi, akan tetapi saat ini istilah tersebut sudah tidak boleh digunakan lagi. Hal ini menurut Nouval, dikarenakan arti dari impotensi sudah ekstrim.
"Biasanya pria yang mengalami disfungsi ereksi erat kaitannya dengan penyakit jantung koroner. Dampaknya selain mengganggu keharmonisan rumah tangga, juga dapat mempengaruhi kualitas hidup pria. Akibatnya mereka menjadi minder dan tidak percaya diri," jelas dia.
Selain itu, Nouval juga mengungkapkan bahwa prevalensi penderita gangguan disfungsi ereksi di Indonesia sebenarnya sangat banyak. Namun, untuk angka pastinya tidak dapat diukur karena sebagian pria yang mengalami gangguan ini enggan untuk berobat ke dokter.
Padahal, para dokter menyarankan apabila terjadi gangguan dalam berhubungan seksual, yang paling ideal harus diperiksakan ke dokter. Sedini mungkin sebaiknya para pria harus benar-benar menjaga kesehatan seksualnya.
"Gangguan disfungsi ereksi ini bagaikan fenomena gunung es, banyak yang mengalami tapi sulit di lacak. Penderita disfungsi ereksi rata-rata berusia 40 tahun ke atas, seiring dengan bertambahnya usia tersebut juga berkaitan dengan munculnya penyakit-penyakit degeneratif," tambah Nouval.
Pengobatan impotensi atau disfungsi ereksi akan tergantung pada penyebab kondisi itu sendiri, dan ditunjang penerapan pola hidup sehat, seperti:
Berusaha mencegah atau mengurangi stres, Berusaha menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan, Berolahraga secara teratur, Mengonsumsi makanan sehat, Tidak atau berhenti merokok, Tidak mengonsumsi minuman keras secara berlebihan, dan Tidak menggunakan narkoba.
Tidak heran orang yang mengalami masalah Impotensi ini akan melakukan upaya pemulihan yang tidak sedikit salah jalan dengan cara yang kurang tepat menggunakan obat penguat yang akan menimbulkan efek negatif yang lain dan masalah Jantung juga belum bisa teratasi justru akan memperparah kondisi Jantung itu sendiri.
Sangat beruntung sudah ada Program Detox Your Body, dimana dengan program ini manfaat utamanya untuk pembersihan toxin dari organ vital tubuh termasuk pembuluh darah, darah dan Jantung sehingga permasalahan Impotensi bisa tertangani sekaligus untuk memperbaiki kerja Jantung.
Produk yang disarankan
Meningkatkan aliran darah ke area penis.
Minum 2 sachet sebelum tidur dan atau 2 jam sebelum berhubungan atau sesuai kebutuhan
Mengandung senyawa yang memicu dihasilkannya seronin tubuh, yang membuat tubuh rileks dan berstamina.
Minum 15-30 ml x 2-3 setelah makan atau sesuai kebutuhan
Calcium dibutuhkan untuk gerak sperma, dan magnesium dibutuhkan untuk rileksasi.
Minum 2 tablet x 2 sebelum makan atau sesuai kebutuhan.
Selamat mencoba dan merasakan manfaatnya.
Salam Sehat dan Bahagia !!!